Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan gambut menyajikan tantangan yang jauh berbeda dibandingkan dengan kebakaran di lahan biasa. Menurut penjelasan dari pakar Institut Pertanian Bogor (IPB), karakteristik unik dari lahan basah ini menuntut penanganan yang terspesialisasi.
Sifat fisik dan kimia tanah gambut yang terbentuk dari akumulasi sisa tumbuhan menjadikannya sangat rentan terbakar, terutama saat musim kemarau. Kondisi ini membuat upaya pemadaman tidak bisa disamakan dengan metode pemadaman kebakaran darat pada umumnya.