Xabi Alonso Jelaskan Alasan Mengejutkan Tarik Vinicius Junior di Final!
Keputusan Xabi Alonso untuk menarik keluar Vinicius Junior di menit-menit akhir final Piala Super Spanyol menyita perhatian. Banyak penggemar Real Madrid bertanya-tanya mengapa pemain yang tampil paling menonjol justru ditarik keluar. Keputusan ini diambil saat Vinicius sedang dalam performa terbaiknya dan menjadi ancaman utama bagi pertahanan Barcelona.
Dalam laga yang berakhir dengan kekalahan 2-3 dari Barcelona, Vinicius Jr. tampil gemilang. Ia mencetak gol pembuka dengan aksi individu spektakuler dan terus-menerus merepotkan pertahanan Barcelona. Namun, secara mengejutkan, ia ditarik keluar pada menit ke-82 di Alinma Bank Stadium, Jeddah.
Baca Juga
Alasan di Balik Pergantian
Xabi Alonso akhirnya buka suara mengenai keputusan kontroversial tersebut. Ia menjelaskan bahwa pergantian itu bukan murni keputusan taktis, melainkan permintaan langsung dari Vinicius Junior sendiri. Hal ini tentu mengejutkan banyak pihak, mengingat penampilan gemilang sang pemain sepanjang laga.
Kelelahan Fisik
Alonso mengungkapkan bahwa Vinicius meminta untuk diganti karena merasa kelelahan. “Vinicius bermain sangat bagus sampai fase akhir pertandingan,” ujar Alonso. Ia menambahkan, “Dia meminta untuk diganti karena kelelahan. Kelembapan udara sangat tinggi.” Kondisi fisik pemain memang menjadi perhatian utama dalam pertandingan yang berlangsung di tengah cuaca ekstrem.
Kontribusi Signifikan
Meskipun ditarik keluar, Alonso tetap memberikan pujian terhadap penampilan Vinicius. “Dia terus menjadi ancaman. Golnya luar biasa dan dia menimbulkan banyak masalah di sisi lapangan,” puji Alonso. Pernyataan ini menunjukkan bahwa keputusan pergantian lebih didasarkan pada kondisi fisik pemain daripada performa di lapangan.
Dominasi Vinicius Sepanjang Pertandingan
Vinicius Junior memang tampil sangat dominan dalam laga tersebut. Ia terus-menerus memberikan ancaman bagi pertahanan Barcelona. Kecepatan dan kemampuan dribbling-nya membuat bek-bek Barcelona kerepotan, bahkan ia sempat mempermalukan Jules Kounde dengan nutmeg yang berujung pada gol.
Sepanjang pertandingan, Vinicius mendominasi duel melawan Jules Kounde. Hampir di setiap kesempatan, ia unggul dalam adu kecepatan. Gol yang dicetaknya juga menjadi catatan penting, menandai kontribusi gol ke-16 Vinicius dalam 15 laga final bersama Real Madrid. Catatan itu menyamai rekor klub yang sebelumnya dipegang oleh pemain legendaris seperti Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, dan Ferenc Puskas.
Fokus ke Depan
Meskipun kekalahan di final Piala Super Spanyol mengecewakan, Xabi Alonso meminta timnya untuk segera move on dan fokus pada kompetisi lainnya. “Kami tidak senang dengan hasilnya, tapi ada hal positif yang bisa dibawa ke musim ini,” ujarnya.
Alonso menekankan pentingnya memulihkan kondisi pemain, baik fisik maupun mental. “Sekarang fokusnya ke depan, memulihkan pemain, termasuk secara mental, lalu melangkah maju,” tambahnya. Ia menegaskan bahwa kekalahan ini bukanlah akhir dari segalanya.
Target Real Madrid Selanjutnya
Real Madrid masih memiliki banyak target yang harus dicapai pada musim 2025/2026. La Liga, Liga Champions, dan Copa del Rey masih menjadi target utama yang harus diperjuangkan. Pertemuan dengan Barcelona di kompetisi lain juga sangat mungkin terjadi, mengingat rivalitas kedua tim.
Kekalahan di Piala Super Spanyol menjadi pelajaran berharga bagi Real Madrid. Tim harus segera bangkit dan fokus untuk meraih kesuksesan di kompetisi lainnya. Dengan semangat juang yang tinggi dan dukungan dari para penggemar, Real Madrid diharapkan mampu meraih prestasi membanggakan di musim ini.




