Gaji Rendah Pelatih Timnas Bikin Gerah? 3 Alasan John Herdman Bisa Terancam!

Author Image

Mais Nurdin

18 Januari 2026, 09:43 WIB

PSSI menunjuk John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia yang akan mulai menjabat pada tahun 2026. Penunjukan ini disambut optimisme, mengingat rekam jejak Herdman yang gemilang bersama Timnas Kanada. Publik berharap pelatih asal Inggris ini dapat mengulang kesuksesannya dan membawa Timnas Garuda terbang lebih tinggi.

Namun, di balik euforia tersebut, muncul kekhawatiran terkait nominal gaji yang akan diterima Herdman. Gaji yang diperkirakan lebih rendah dibandingkan dua pelatih sebelumnya, Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert, dinilai berpotensi menjadi hambatan bagi kemajuan Timnas Indonesia.

John Herdman dilaporkan akan menerima gaji sekitar 40.000 USD per bulan, atau setara dengan Rp668 juta. Angka ini terbilang jauh di bawah Shin Tae-yong yang bergaji ± Rp2 miliar per bulan, dan Patrick Kluivert yang menerima ± Rp1,7 miliar per bulan.

Perbedaan mencolok ini diduga dipicu oleh keterbatasan anggaran PSSI. Anggaran tersebut kemungkinan besar terkuras untuk membayar kompensasi pemutusan kontrak pelatih-pelatih sebelumnya. Herdman dianggap sebagai pilihan paling realistis mengingat anggaran yang ada, berbeda dengan kandidat lain seperti Giovanni van Bronckhorst yang memiliki standar gaji jauh lebih tinggi.

Meskipun kebijakan ini menguntungkan secara finansial bagi PSSI, sejumlah pihak khawatir hal tersebut justru dapat menimbulkan efek samping negatif terhadap performa Timnas. Setidaknya ada tiga potensi masalah yang bisa muncul akibat penerapan gaji yang lebih kecil bagi John Herdman.

Salah satunya adalah keterbatasan tim pelatih. Dengan anggaran yang ketat, Herdman diprediksi hanya akan didampingi oleh 3-4 asisten pelatih asing. Sisanya terpaksa harus diisi oleh pelatih lokal.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan terhambatnya pengembangan tim, terutama pada aspek-aspek spesifik seperti analisis permainan atau spesialisasi lini tertentu. Hal ini sangat bergantung pada kualitas pelatih lokal yang mendampingi, apakah mampu menyamai standar pelatih Eropa.

Kemungkinan lain adalah Herdman akan lebih banyak menghabiskan waktunya di Indonesia. Hal ini memunculkan kekhawatiran bahwa ia tidak memiliki anggaran yang memadai untuk melakukan perjalanan ke Eropa.

Akibatnya, pemantauan langsung terhadap para pemain yang berkarier di luar negeri, seperti Jay Idzes atau Emil Audero, mungkin hanya dapat dilakukan melalui streaming. Ini tentu berbeda dengan pemantauan langsung yang memungkinkan analisis lebih mendalam.

Selanjutnya, meskipun John Herdman telah menyatakan antusiasmenya terhadap proyek unik di Indonesia, ada potensi rasa frustrasi yang muncul di kemudian hari. Hal ini bisa terjadi jika ia merasa beban kerja yang besar tidak sebanding dengan apresiasi finansial yang diterimanya.

Kekhawatiran ini merujuk pada laporan dari kanal YouTube Garuda Universe. Kebijakan ini dianggap berisiko, meski secara kasat mata menguntungkan PSSI dari sisi anggaran.

Related Post