Drama Proliga: Kemenangan Dramatis 5 Set untuk Jakarta Electric PLN & Samator!

Author Image

Mais Nurdin

19 Januari 2026, 21:26 WIB

Lanjutan Proliga 2026 di GOR Voli Indoor Sport Center, Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Sabtu (17/1) menyajikan dua pertandingan penuh drama yang berakhir dengan skor identik 3-2. Jakarta Electric PLN (JEP) Mobile dan Surabaya Samator berhasil memetik kemenangan atas lawan masing-masing setelah melalui pertarungan yang menguras tenaga.

Dalam kategori putri, JEP Mobile sukses meraih kemenangan keduanya musim ini usai menaklukkan perlawanan sengit Bandung BJB Tandamata. Tim asuhan Chamnan Dokmai ini menang tipis dengan skor 3-2 (20-25, 25-23, 25-27, 25-18, 15-13).

Asisten Pelatih JEP Mobile, Alim Suseno, mengungkapkan bahwa kunci kemenangan timnya terletak pada ketenangan saat menghadapi poin-poin krusial.

“Pertandingan tadi sangat seimbang. Kuncinya adalah ketenangan dan fokus. Siapa yang lebih fokus, dia yang menang. Alhamdulillah hari ini kami bisa,” ujar Alim Suseno usai pertandingan.

Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi JEP Mobile dalam upaya mereka menembus babak final four. Meskipun meraih hasil positif, Alim mengingatkan anak asuhnya untuk tidak cepat berpuas diri mengingat tantangan berat yang akan dihadapi.

“Besok kami menghadapi tuan rumah Falcons. Mereka tim bagus, kami harus tetap fokus,” tambahnya.

Di sisi lain, Pelatih Bandung BJB Tandamata, Risco Herlambang, tetap memberikan apresiasi atas perjuangan timnya meski harus menelan kekalahan pahit.

“Saya apresiasi tim saya. Kita bukan nyaris kalah, tapi sebenarnya nyaris menang,” tutur Risco singkat.

Sementara itu, kejutan besar terjadi di sektor putra ketika skuad muda Surabaya Samator berhasil menumbangkan tim bertabur bintang, Medan Falcons Tirta Bhagasasi.

Pertandingan ini berlangsung dramatis lima set yang menguras emosi, sebelum akhirnya Samator keluar sebagai pemenang dengan skor 3-2 (25-22, 23-25, 19-25, 25-17, 20-18).

Kematangan mental para pemain muda Samator seperti Rama Fauzan dan Tedy Oka benar-benar teruji dalam laga tersebut. Terutama pada set kelima yang diwarnai lima kali deuce sebelum akhirnya Samator mengunci kemenangan di angka 20-18.

Meskipun meraih kemenangan, asisten pelatih Samator, Sigit Ari Widodo, justru memberikan evaluasi kritis terhadap performa timnya. Ia menilai anak asuhnya masih kerap terjebak dalam permainan ego individu.

“Saya belum puas karena permainan anak-anak belum mencerminkan permainan tim seutuhnya, masih terlalu individual terutama di set kedua dan ketiga,” kata Sigit menegaskan.

Pemain Samator, Tedy Oka Syahputra, mengakui bahwa faktor konsentrasi masih menjadi kendala utama bagi timnya yang didominasi oleh pemain junior.

“Kami sering kurang fokus di lapangan karena banyak pemain junior, tapi kami bersyukur bisa melewati tekanan,” katanya.

Pelatih Medan Falcons, Ariyanto Joko Sutrisno, menerima hasil pertandingan dengan lapang dada. Menurutnya, Fachri Septian dan timnya kurang beruntung pada poin-poin akhir yang sangat krusial.

“Kami kurang beruntung, terutama di set kelima yang sampai poin 20-18,” kata Ary.

Kemenangan ini menjadi sinyal positif bagi regenerasi skuad Surabaya Samator, sekaligus membuktikan bahwa semangat juang pemain muda mampu meruntuhkan dominasi pemain bintang di panggung Proliga 2026.

Related Post