Hilangkan Bau Pipis Kucing di Sofa Seketika Tanpa Repot!

Author Image

Mais Nurdin

18 Januari 2026, 10:14 WIB

Bau tak sedap dari urine kucing yang mengotori sofa memang menjadi musuh para pemilik hewan peliharaan. Aroma tajam yang menempel bisa bertahan lama, membuat sofa terasa kotor meskipun sudah dibersihkan. Jika penanganannya salah, bau ini bisa semakin kuat dan sulit dienyahkan.

Lebih dari sekadar mengganggu kenyamanan, bau urine kucing yang tertinggal juga berpotensi memicu kucing untuk kembali buang air di tempat yang sama. Oleh karena itu, dibutuhkan metode pembersihan yang efektif untuk mengembalikan kebersihan sofa, menghilangkan bau, dan menjadikannya aman bagi seluruh penghuni rumah, termasuk si anabul.

Mengapa Bau Pipis Kucing Sulit Dihilangkan?

Urine kucing memiliki kandungan amonia dan senyawa lain yang mudah meresap ke dalam serat kain dan busa sofa. Ketika pembersihan hanya dilakukan di permukaan, bau tersebut akan tetap tertinggal dan bisa muncul kembali saat sofa mengering. Inilah mengapa proses pembersihan harus dilakukan secara menyeluruh dengan menggunakan bahan yang ampuh menetralkan bau.

Cara Menghilangkan Bau Pipis Kucing di Sofa

1. Segera Bersihkan Area yang Terkena Pipis

Langkah pertama yang krusial adalah membersihkan area sofa yang terkena urine kucing sesegera mungkin. Gunakan tisu atau kain bersih untuk menyerap urine dengan cara ditekan perlahan. Hindari menggosok noda, karena hal ini justru bisa membuat urine menyebar lebih luas dan meresap lebih dalam.

2. Netralkan Bau dengan Larutan Cuka

Campuran cuka putih dan air dapat menjadi solusi ampuh untuk menghilangkan bau urine kucing. Semprotkan larutan ini pada area yang terkena noda, biarkan beberapa menit agar bau ternetralisir. Setelah itu, lap permukaan sofa dengan kain kering hingga tidak lagi lembap.

3. Serap Sisa Bau dengan Baking Soda

Setelah sofa benar-benar kering, taburkan baking soda secara merata di area yang sebelumnya terkena urine. Baking soda memiliki kemampuan menyerap bau yang masih tertinggal. Biarkan selama beberapa jam, atau semalaman, lalu bersihkan sisa baking soda menggunakan penyedot debu (vacuum cleaner) atau sikat halus.

4. Gunakan Pembersih Enzimatik Khusus Hewan

Untuk hasil yang lebih maksimal, pembersih enzimatik yang dirancang khusus untuk hewan peliharaan adalah pilihan yang sangat efektif. Produk ini bekerja dengan cara memecah senyawa penyebab bau, bukan sekadar menutupinya. Pastikan Anda mengikuti petunjuk penggunaan agar hasilnya optimal dan aman bagi kucing.

5. Cuci Sarung Sofa yang Bisa Dilepas

Jika sofa Anda dilengkapi dengan sarung yang dapat dilepas, segera cuci sarung tersebut menggunakan deterjen dan air hangat. Metode ini sangat efektif untuk menghilangkan sisa bakteri dan bau yang mungkin masih menempel pada kain.

6. Hindari Penggunaan Pembersih Beraroma Amonia

Pembersih yang mengandung amonia sebaiknya dihindari. Alasannya, aroma amonia sangat mirip dengan bau urine kucing. Penggunaan pembersih semacam ini justru berisiko memancing kucing untuk kembali buang air di sofa karena mengira area tersebut adalah tempat yang aman dan familiar.

Tips Mencegah Kucing Pipis Sembarangan di Sofa

Untuk mencegah masalah ini terulang, pastikan kotak pasir kucing selalu dalam kondisi bersih dan mudah dijangkau. Gunakan pasir kucing yang memiliki daya serap bau yang baik dan rutin membersihkannya. Selain itu, penting untuk melatih kucing menggunakan litter box secara konsisten sejak usia dini.

Menghilangkan bau urine kucing di sofa memang membutuhkan penanganan yang tepat dan tidak bisa dilakukan sembarangan. Dengan membersihkan urine secepat mungkin, memanfaatkan bahan alami, serta menggunakan pembersih khusus yang sesuai, sofa kesayangan Anda dapat kembali bersih dan bebas dari bau tak sedap. Upaya pencegahan yang konsisten juga menjadi kunci agar kucing tidak mengulangi kebiasaan buang air di tempat yang tidak semestinya.

Related Post