Indonesia Masters 2026: PBSI Gagal Gemilang?

Author Image

Mais Nurdin

26 Januari 2026, 12:54 WIB

Indonesia Masters 2026: Satu Gelar Diraih, Generasi Muda Unjuk Gigi

Indonesia berhasil mengamankan satu gelar juara di turnamen bulu tangkis Indonesia Masters 2026. Meskipun dianggap belum menjadi hasil terbaik, pencapaian ini menunjukkan sinyal positif dengan munculnya talenta-talenta muda yang menjanjikan.

Dibandingkan dengan edisi Indonesia Masters sebelumnya, di mana Indonesia hanya mampu meraih dua tempat runner-up melalui Jonatan Christie (tunggal putra) dan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri (ganda putra), tahun ini Alwi Farhan berhasil mengamankan gelar juara, sementara Raymond Indra/Nikolaus Joaquin menjadi runner-up di sektor ganda putra.

Dominasi Pemain Muda di Semifinal

Keberhasilan ini semakin terasa istimewa dengan dominasi pemain-pemain muda di babak semifinal. Empat dari enam wakil Indonesia yang berhasil menembus babak empat besar berasal dari generasi muda. Selain Alwi Farhan dan Raymond/Joaquin, terdapat pula pasangan ganda campuran Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, serta ganda putri Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum.

“Alhamdulillah, kita mendapat satu gelar di Indonesia Masters. Walaupun tentu saja, ini bukan hasil terbaik yang kami harapkan,” ujar Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Eng Hian, dalam konferensi pers pada Minggu (25/1/2026).

Eng Hian menambahkan, “Melihat perjalanan satu tahun kepengurusan ini, kita bisa melihat perbedaan dengan Indonesia Masters tahun lalu. Saat itu, finalis didominasi pemain senior. Tahun ini, lebih banyak pemain muda yang lolos semifinal. Ini adalah peningkatan yang signifikan, mengingat tahun lalu mereka belum begitu diperhitungkan.”

Evaluasi Menuju Indonesia Open dan Olimpiade 2028

Meskipun demikian, Eng Hian menegaskan bahwa hasil ini akan tetap menjadi bahan evaluasi bagi dirinya dan para pelatih. Fokus utama saat ini adalah mempersiapkan diri untuk Indonesia Open yang akan digelar pada 2-7 Juni mendatang.

“Saya dan tim pelatih akan menyusun program latihan yang tepat agar atlet-atlet yang telah menunjukkan prestasi di Indonesia Masters dapat tampil maksimal di Indonesia Open. Tentunya, level persaingan dan kualitas lawan akan jauh lebih tinggi,” kata Eng Hian.

Eng Hian menjelaskan bahwa evaluasi akan dilakukan secara komprehensif, dengan mempertimbangkan progres para pemain muda sejak babak awal hingga performa mereka di lapangan, dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Sementara itu, harapan yang lebih tinggi tetap disematkan pada para pemain senior. “Kami mengharapkan hasil yang lebih baik dari para pemain senior, seperti Fajar/Fikri, terutama di turnamen level Super 750 dan 1000,” tambahnya.

Sebelum Indonesia Open, para pemain akan menghadapi dua turnamen besar, salah satunya adalah All England Super 1000 pada bulan Maret.

“All England akan menjadi target utama bagi Fajar/Fikri. Setelah itu, ada Indonesia Open, dan puncaknya adalah Asian Games tahun ini. Kami juga terus memantau perkembangan pemain-pemain muda seperti Alwi Farhan, Ubed, serta Raymond/Joaquin, dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk mencapai performa terbaik di Olimpiade 2028,” pungkas Eng Hian.

Related Post