PHK Bank AS Makin Gila, Investor Dunia Ketar-Ketir!

Author Image

Mais Nurdin

18 Januari 2026, 16:12 WIB

Jajaran bank terbesar di Amerika Serikat kembali menjadi sorotan tajam setelah melakukan pemangkasan karyawan secara masif sepanjang tahun lalu. Tindakan ini mencerminkan penyesuaian strategis para raksasa perbankan global dalam menghadapi dinamika perlambatan ekonomi dunia.

Enam bank terkemuka—JPMorgan Chase, Bank of America, Citigroup, Wells Fargo, Goldman Sachs, dan Morgan Stanley—secara kolektif telah mengurangi jumlah karyawannya hingga 10.600 orang. Pemangkasan ini merupakan yang terdalam dalam hampir satu dekade terakhir, menandai pergeseran fokus dari ekspansi agresif pasca-pandemi menjadi pengetatan struktur organisasi dan optimalisasi biaya operasional di industri keuangan Wall Street.

Efisiensi Biaya Jadi Agenda Utama Bank Besar AS

Hingga akhir Desember lalu, total karyawan keenam bank terbesar di AS tercatat sebanyak 1,09 juta orang. Angka ini menyentuh level terendah sejak tahun 2021. Pemangkasan sebesar ini terakhir kali terjadi pada tahun 2016, ketika sekitar 22.000 posisi dihapus dari organisasi perbankan.

Langkah efisiensi ini diambil setelah bank-bank tersebut melakukan ekspansi organisasi secara signifikan selama periode lonjakan transaksi yang terjadi di masa pandemi. Namun, melambatnya aktivitas ekonomi sejak tahun 2022 telah memaksa manajemen untuk memangkas biaya, dengan sumber daya manusia menjadi pos pengeluaran terbesar yang terdampak.

Wells Fargo dan Citigroup Paling Agresif Pangkas Karyawan

Wells Fargo menjadi kontributor terbesar dalam penurunan jumlah karyawan. Bank ini melakukan pemangkasan lebih dari 12.000 posisi sepanjang tahun lalu, sehingga total pegawainya menyusut menjadi 205.198 orang.

Angka tersebut merupakan level terendah sejak sebelum akuisisi Wachovia pada krisis keuangan global tahun 2008.

CEO Wells Fargo, Charlie Scharf, mengungkapkan bahwa proses pemangkasan ini telah berlangsung selama 22 kuartal berturut-turut dan masih ada potensi untuk berlanjut.

Citigroup juga melanjutkan agenda transformasi internalnya dengan mengurangi sekitar 3.000 karyawan hingga akhir tahun. Laporan dari Bloomberg bahkan menyebutkan bahwa bank ini akan memangkas sekitar 1.000 pekerjaan tambahan dalam waktu dekat, seiring dengan sinyal pemotongan lanjutan yang diberikan oleh CEO Jane Fraser.

Tak Semua Bank Kurangi Pegawai

Meskipun tren pemangkasan karyawan marak terjadi, beberapa bank justru menunjukkan tren sebaliknya dengan menambah jumlah tenaga kerja. Goldman Sachs berhasil meningkatkan jumlah karyawannya sebesar 2% menjadi 47.400 orang. Namun, lonjakan biaya kompensasi akibat penambahan ini mendorong total biaya operasional naik hingga 11%.

Morgan Stanley juga menutup tahun dengan catatan penambahan sekitar 2.500 pegawai, meskipun sempat melakukan pemangkasan sebanyak 2.000 posisi pada bulan Maret.

CFO Morgan Stanley, Sharon Yeshaya, menjelaskan bahwa kebutuhan keahlian di industri ini terus berubah dan evaluasi talenta akan dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan kesiapan bank menghadapi tantangan di masa depan.

Gelombang pemangkasan karyawan yang dilakukan oleh bank-bank di AS ini menegaskan bahwa efisiensi kini menjadi strategi utama Wall Street dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Bagi para pelaku industri dan pencari kerja, memahami arah restrukturisasi perbankan global menjadi kunci penting untuk membaca peluang yang akan muncul di masa mendatang.

Related Post