Jakarta – Harapan baru muncul di dunia bulu tangkis Indonesia seiring dengan penampilan gemilang para pemain muda di ajang Indonesia Masters 2026. Momentum ini menjadi perhatian serius, terutama menjelang Olimpiade 2028 yang semakin dekat. Namun, untuk mencapai puncak performa dan meraih gelar juara, para atlet muda ini membutuhkan lebih dari sekadar bakat dan latihan keras.
Rexy Mainaky, Direktur Ganda Asosiasi Bulutangkis Malaysia sekaligus legenda bulu tangkis Indonesia, memberikan masukan berharga. Menurutnya, kunci utama untuk meraih kesuksesan berkelanjutan adalah menjaga mental juara dan tidak cepat berpuas diri. Bagaimana tips dari sang legenda agar para pemain muda ini terus “lapar” gelar?
Momentum Indonesia Masters 2026: Bibit Muda Unjuk Gigi
Indonesia Masters 2026 menjadi panggung bagi pebulutangkis muda Indonesia untuk menunjukkan potensi mereka. Alwi Farhan (20 tahun) dan pasangan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin (21/20 tahun) berhasil menembus babak final. Alwi Farhan keluar sebagai juara tunggal putra, sementara Raymond/Joaquin harus puas dengan posisi runner-up.
Baca Juga
Indra Widjaja, Kepala Pelatih Tunggal Putra, menekankan pentingnya menjaga momentum positif ini, mengingat Olimpiade 2028 sudah di depan mata. Lantas, bagaimana cara mempertahankan semangat dan mental juara para pemain muda ini?
Rexy Mainaky: 80 Persen dari Atlet, 20 Persen dari Pelatih
Rexy Mainaky memberikan pandangannya mengenai bagaimana pemain muda dapat menjaga konsistensi dan terus meraih gelar. Ia menekankan bahwa faktor utama terletak pada diri atlet itu sendiri.
“80 persen itu harus dari atletnya. Dia harus tahu apa yang harus dilakukan. Pelatih memberikan program, arahan, tetapi atlet harus mampu menginternalisasi dan konsisten melaksanakannya. Hari ini konsisten, besok harus bisa menjaga diri,” ujar Rexy.
Peran pelatih, menurut Rexy, hanya sekitar 20 persen. Pelatih bertugas mengedukasi pemain, membentuk cara berpikir yang benar, dan membimbing mereka.
Jaga Mental Juara: Jangan Terlena dengan Nama Besar
Rexy Mainaky mengingatkan agar pemain muda tidak cepat terlena dengan prestasi yang telah diraih. Mental juara harus terus dipupuk dan dijaga.
“Kadang-kadang pemain itu akan terlena dan merasa sudah hebat. Itu bisa menjadi kebiasaan buruk. Jadi kembali ke para pemain itu sendiri, apa tujuan mereka bermain bulu tangkis, apa yang ingin mereka capai di masa depan. Kembali lagi ke disiplin, mindset, dan bagaimana me-manage mentality champion itu,” tegas Rexy.
Ia menambahkan, menjadi nama besar tidak cukup hanya dengan sensasi atau popularitas semata. Dibutuhkan disiplin, pengorbanan, dan kerja keras untuk meraih kesuksesan sejati.
“Kita sekarang bukan siapa-siapa, lalu tiba-tiba nama sudah naik. Gampang sekarang. Tapi sebagai atlet, dia harus tahu bagaimana saya mau menjadi nama besar di bidang saya ini. Bukan saya harus taruh kamera, saya taruh begini. Tapi saya benar-benar harus disiplin dan sacrifice. Itu semua harus ada,” pungkas peraih medali emas Olimpiade Atlanta 1996 tersebut.




