Barcelona Kalahkan Real Madrid di Final Supercopa: El Clasico Memanas!
Duel klasik El Clasico kembali menyajikan drama yang mendebarkan di panggung Supercopa de España. Barcelona berhasil mengukuhkan dominasinya atas Real Madrid dengan kemenangan tipis 3-2 dalam laga final yang sengit di Jeddah, Arab Saudi. Pertandingan ini tidak hanya menyajikan adu taktik dan skill, tetapi juga mempertegas rivalitas kedua tim raksasa Spanyol.
Pertandingan yang berlangsung pada Minggu malam waktu setempat ini menjadi bukti bahwa persaingan antara kedua tim akan terus membara sepanjang musim. Kemenangan ini juga semakin menambah catatan manis Barcelona atas Real Madrid di ajang Supercopa, sekaligus mengamankan trofi bagi Blaugrana.
Baca Juga
Jalannya Pertandingan: Drama di Setiap Detik
Babak Pertama Milik Barcelona
Barcelona memulai laga dengan tempo tinggi dan berhasil mendominasi jalannya pertandingan di awal babak pertama. Mereka mampu menguasai bola dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya ke gawang Real Madrid. Namun, Los Blancos juga tak tinggal diam, mereka mampu memberikan perlawanan sengit dan menjaga keseimbangan permainan.
Gol pembuka yang dicetak Raphinha pada menit ke-36 seolah menjadi pemecah kebuntuan, memberikan keunggulan bagi Barcelona. Namun, drama sesungguhnya terjadi menjelang akhir babak pertama. Tiga gol tercipta dalam waktu singkat, mengubah skor menjadi imbang 2-2. Intensitas pertandingan meningkat tajam, membuat para penonton terpukau.
Babak Kedua: Raphinha Jadi Pembeda
Memasuki babak kedua, pertandingan berjalan semakin ketat dan minim ruang. Kedua tim bermain lebih berhati-hati, namun tetap berusaha menciptakan peluang. Barcelona kembali menunjukkan kualitasnya melalui gol Raphinha pada menit ke-73. Gol tersebut sekaligus menjadi penentu kemenangan Barcelona, meski harus bermain dengan 10 pemain setelah Frenkie de Jong mendapat kartu merah.
Real Madrid mencoba bangkit dan terus menggempur pertahanan Barcelona di menit-menit akhir. Namun, solidnya pertahanan Blaugrana berhasil menggagalkan upaya mereka untuk menyamakan kedudukan. Peluit panjang berbunyi, mengukuhkan kemenangan Barcelona dan memastikan mereka meraih gelar juara Supercopa de España.
Reaksi Pelatih Xabi Alonso
Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, mengakui bahwa pertandingan berjalan sangat ketat dan emosional. Ia memberikan apresiasi terhadap semangat juang yang ditunjukkan anak asuhnya, meski harus mengakui kekalahan.
“Kami punya perasaan campur aduk. Bangga karena tim benar-benar bersaing, tapi kecewa karena kalah di final yang sangat ketat,” ujar Alonso. Ia menambahkan bahwa timnya hanya kurang sedikit keberuntungan untuk membawa laga ke adu penalti. “Kami sangat dekat untuk menyamakan skor, bahkan sampai detik-detik terakhir. Vinícius tampil luar biasa dan sangat berbahaya,” tuturnya.
Alonso juga mengungkapkan bahwa pergantian pemain di menit akhir, termasuk memasukkan Kylian Mbappe, sudah direncanakan untuk menambah daya gedor timnya. “Kami ingin menambah ancaman di menit-menit akhir. Dia belum siap untuk tampil sejak awal,” jelasnya.
Fokus Real Madrid Beralih ke Kompetisi Lain
Meski gagal meraih gelar juara, Xabi Alonso menekankan pentingnya bagi timnya untuk segera bangkit dan melupakan kekecewaan. Ia menegaskan bahwa Supercopa bukanlah prioritas utama bagi Real Madrid musim ini.
“Kami harus segera bangkit, memulihkan kondisi pemain, dan melupakan Supercopa. Masih banyak pertandingan penting ke depan,” ucapnya. Lebih lanjut, Alonso bahkan menyebut bahwa Supercopa adalah kompetisi dengan prioritas terendah bagi Real Madrid.
Kekalahan ini menjadi sinyal bahwa persaingan sengit antara Barcelona dan Real Madrid akan terus berlanjut di sepanjang musim. Para penggemar sepak bola di seluruh dunia tentu sudah tidak sabar untuk menyaksikan pertemuan-pertemuan El Clasico berikutnya.
Barcelona berhasil menjadi juara Supercopa de España setelah mengalahkan Real Madrid dengan skor 3-2. Kemenangan ini menjadi bukti dominasi Barcelona atas Real Madrid di ajang tersebut.




