Seorang remaja berusia 19 tahun bernama Satterlee membuktikan bahwa jalur perguruan tinggi bukanlah satu-satunya jalan untuk meraih pencapaian finansial yang signifikan. Setelah menyelesaikan pendidikan sekolah menengah atas (SMA), ia memilih untuk langsung terjun ke dunia wirausaha.
Keputusannya untuk berfokus penuh pada dunia bisnis membuahkan hasil yang fantastis. Satterlee berhasil meraup pendapatan hingga Rp14,5 miliar melalui unit usaha teknologi manufaktur yang dikembangkannya.