Internet Merata: Kunci Pendidikan Gemilang dari Kemkominfo

Author Image

Mais Nurdin

13 Januari 2026, 19:28 WIB

Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) terus mengintensifkan upayanya dalam pemerataan akses internet di seluruh penjuru Tanah Air. Fokus utama dari inisiatif ini adalah mendukung penuh sektor pendidikan, demi mewujudkan kesempatan belajar yang setara bagi setiap pelajar, mulai dari wilayah perkotaan yang padat hingga daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau.

Kesenjangan kualitas layanan internet menjadi pekerjaan rumah yang serius. Meski ketersediaan infrastruktur telah mencapai sebagian besar wilayah berpenduduk, perbedaan mutu layanan masih sangat mencolok, terutama antara daerah maju dan pelosok.

Memperkuat Infrastruktur dan Menghapus Kesenjangan Digital

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen kuat untuk mengatasi disparitas ini. Upaya penguatan infrastruktur menjadi krusial, khususnya di area-area yang selama ini tertinggal.

“Di wilayah padat penduduk kualitas layanan relatif stabil, sementara di daerah terpencil penguatan infrastruktur terus dilakukan,” kata Nezar Patria, seperti dikutip dalam siaran pers kementerian di Jakarta pada Selasa (12/1).

Ia mengungkapkan bahwa saat ini, sarana akses internet telah menjangkau sekitar 97 persen wilayah yang dihuni penduduk. Namun, Nezar mengakui bahwa kualitas layanan yang diberikan masih sangat bervariasi, menunjukkan adanya pekerjaan besar di depan untuk mencapai standar yang merata.

Pemerintah menargetkan peningkatan konektivitas dan kualitas akses internet di seluruh wilayah secara bertahap dan berkelanjutan. Langkah ini penting untuk memastikan bahwa semua lapisan masyarakat, khususnya pelajar, dapat merasakan manfaat optimal dari teknologi digital.

Target Peningkatan Kecepatan Internet Nasional

Salah satu target ambisius Kemkomdigi adalah meningkatkan kecepatan internet nasional secara signifikan. Saat ini, Indonesia masih tertinggal dalam hal kecepatan internet rata-rata jika dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara lainnya.

“Kecepatan internet rata-rata nasional berada di kisaran 45 Mbps, masih di bawah rata-rata Asia Tenggara,” ujar Nezar Patria saat menerima perwakilan Johns Hopkins School of Advanced International Studies di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat, Senin (12/1).

Kecepatan 45 Mbps seringkali tidak memadai untuk mendukung aktivitas pendidikan digital yang semakin kompleks, seperti pembelajaran daring interaktif, streaming video edukasi berkualitas tinggi, atau penggunaan aplikasi kolaborasi real-time. Hal ini menciptakan hambatan serius bagi pelajar di daerah dengan koneksi terbatas.

Oleh karena itu, pemerintah menargetkan peningkatan kecepatan hingga 100 Mbps dalam tiga tahun ke depan. Kecepatan ini dianggap ideal untuk mendukung berbagai kebutuhan digital, termasuk platform pembelajaran daring yang membutuhkan bandwidth besar.

Selain itu, Nezar Patria juga menambahkan bahwa pemerintah akan memperluas jaringan generasi kelima (5G) yang saat ini penetrasinya masih di bawah 10 persen. Ekspansi 5G diharapkan dapat membawa lompatan besar dalam kecepatan dan stabilitas koneksi, membuka potensi baru bagi inovasi pendidikan dan ekonomi digital.

Dukungan Fundamental untuk Pendidikan Digital

Inisiatif pemerataan akses internet untuk pendidikan merupakan langkah fundamental negara dalam memenuhi hak belajar setiap warga negara. Ini juga menjadi upaya konkret untuk memperkecil kesenjangan digital yang dapat menghambat potensi generasi muda, terutama mereka yang berada di daerah terpencil.

Kementerian Komunikasi dan Digital berupaya keras agar para pelajar di seluruh Indonesia dapat mengakses platform-platform pembelajaran daring dengan baik dan tanpa hambatan. Ketersediaan internet yang stabil dan cepat menjadi tulang punggung bagi sistem pendidikan modern.

“Dukungan ini menjadi dasar bagi kebijakan pendidikan berbasis digital,” pungkas Nezar. Dengan infrastruktur yang kuat, inovasi dalam metode pembelajaran digital dapat berkembang pesat, memungkinkan guru dan siswa untuk berinteraksi lebih efektif, mengakses sumber daya global, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan era digital.

Peningkatan kualitas dan pemerataan akses internet diharapkan tidak hanya membuka pintu bagi pendidikan yang lebih baik, tetapi juga memicu pertumbuhan ekonomi lokal, meningkatkan inklusi sosial, serta memperkuat konektivitas bangsa secara keseluruhan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan Indonesia yang lebih cerah dan berdaya saing global.

Related Post