Indosat Ooredoo: Transformasi Jadi Raksasa Teknologi Bangun Ekosistem AI Masa Depan

Author Image

Mais Nurdin

17 Januari 2026, 02:10 WIB

Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) mengukuhkan transformasinya dari perusahaan telekomunikasi menjadi raksasa teknologi dalam dua tahun terakhir. Pergeseran ini menandai evolusi strategis perusahaan untuk tidak hanya menyediakan konektivitas, tetapi juga mendorong inovasi dan dampak yang lebih luas.

Perubahan fundamental ini diungkapkan oleh VP Head of External Communication IOH, Eni Nur Ifati, dalam sebuah pertemuan media di Puncak, Bogor, Selasa (2/12/2025). Ia menjelaskan bahwa fokus kini bergeser dari sekadar pembangunan infrastruktur telekomunikasi seperti menara pemancar (BTS) dan kabel optik.

“Semua itu memang bertujuan untuk mengoneksikan masyarakat, bahkan sampai ke pelosok. Tapi bagi kami, isu utamanya bukan sekadar teknologi atau BTS-nya, karena itu sudah biasa. Yang ingin kami tekankan adalah koneksi adalah enabler,” ujar Eni.

Menurutnya, infrastruktur teknologi seperti BTS, kabel laut, Wi-Fi, maupun jaringan 4G/5G, bukanlah tujuan akhir. Sebaliknya, teknologi tersebut hanyalah alat untuk mewujudkan dampak sosial dan ekonomi yang lebih besar, serta membuka akses yang sebelumnya terbatas bagi masyarakat.

Transformasi Menuju Rujukan Teknologi AI di Indonesia

Salah satu pilar utama transformasi IOH adalah ambisinya menjadi Indosat AI North Star. Perusahaan ini bercita-cita menjadi bintang penuntun dalam pengembangan dan adopsi Kecerdasan Buatan (AI) di Indonesia. Tujuannya adalah menjadi rujukan utama ketika berbicara tentang solusi AI, pembelajaran, maupun penerapannya.

“Kami ingin menjadi guiding star dalam pengembangan dan adopsi AI di Indonesia Jadi rujukan ketika bicara solusi AI, belajar AI, atau adopsi AI. Tidak hanya untuk bisnis, tapi juga ekosistem nasional,” jelas Eni.

Kebutuhan akan talenta AI di Indonesia sangat mendesak. Eni memaparkan bahwa hingga tahun 2030, Indonesia diproyeksikan membutuhkan setidaknya 12 juta talenta AI. Namun, saat ini jumlah talenta yang tersedia baru mencapai sekitar 300 ribu orang.

“Tetapi untuk mempercepat AI di Indonesia masih dibutuhkan talent dan ini merdesak,” tegas Eni.

Tiga Peran AI yang Dibangun Indosat

Untuk mewujudkan visi tersebut, Indosat Ooredoo Hutchison membangun tiga peran utama dalam ekosistem AI.

Pertama adalah AI Native Telco, yang menitikberatkan pada integrasi AI secara mendalam ke dalam operasional, manajemen, dan jaringan telekomunikasi perusahaan.

Kedua adalah AI Tech Company (TechCo). Melalui peran ini, IOH akan mengembangkan berbagai layanan berbasis AI yang inovatif. Layanan tersebut mencakup solusi cloud, keamanan digital, perlindungan terhadap penipuan (anti-scam) dan spam, serta monetisasi data dan keamanan siber (cyber security).

Ketiga adalah AI Nation Shaper. Peran ini berfokus pada pengembangan ekosistem AI dan pemberdayaan talenta AI di Indonesia (AI Ecosystem & AI Talent Enabler). Tujuannya adalah mempercepat lahirnya talenta dan solusi AI lokal.

“Kami berharap, suatu saat nanti, pusat-pusat pengalaman ini tidak hanya menampilkan use case dari luar negeri, tetapi solusi AI kreasi anak bangsa sendiri,” pungkas Eni.

Related Post