Perusahaan Surya Group, yang dipimpin oleh Muhammad Suryo, seorang pengusaha sukses asal Yogyakarta, menunjukkan komitmennya terhadap tanah kelahiran. Ia meresmikan pembangunan pabrik rokok HS seluas dua hektare di Desa Nibung, Kecamatan Gunung Pelindung, Kabupaten Lampung Timur.
Proses pembangunan pabrik baru ini telah dimulai dan ditargetkan rampung tahun ini. Muhammad Suryo menyatakan optimisme bahwa pabrik akan siap beroperasi pada bulan Maret, dengan rencana perekrutan karyawan dimulai pada bulan April.
“Targetnya Maret pabrik sudah jadi dan April mulai perekrutan karyawan. Kita membutuhkan tiga ribu tenaga kerja,” ujar Suryo dalam jumpa pers yang digelar di Azana Boutique Hotel, Bandarlampung, Sabtu (17/1/2026).
Baca Juga
Acara ini turut dihadiri oleh seluruh personel band legendaris Slank, yaitu Kaka, Bimbim, Abdee, Ridho, dan Ivanka. Konser “Hey Slank X HS: Berani Kita Beda” di Lampung diselenggarakan di Stadion Pkor Way Halim, Bandarlampung, pada Sabtu malam.
Konser pembuka menampilkan Shaggydog, Andika Kangen Band, Mahalara, Bang Taun, dan Threesixty. Perhelatan di Lampung ini merupakan rangkaian kelima setelah sebelumnya sukses digelar di Yogyakarta, Semarang, Surabaya, dan Bali.
Pemilihan Lampung sebagai lokasi konser tidak hanya didasari oleh statusnya sebagai kampung halaman Suryo, tetapi juga sebagai wujud apresiasi untuk memberikan momen hiburan gratis. Selain itu, acara ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan merek rokok HS yang akan segera memperluas jangkauan produksinya.
“Semoga kehadiran HS dapat bermanfaat bagi daerah, membuka lapangan kerja, dan menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambah Suryo, alumni SMP 2 Tanjung Bintang ini.
Alasan utama Suryo membangun pabrik di Lampung Timur adalah keinginannya untuk melihat daerah kelahirannya berkembang. Ia mengenang masa kecilnya dengan tingkat pengangguran yang tinggi di daerah tersebut, di mana banyak teman-temannya terpaksa merantau ke kota besar.
“Sejak saya kecil dulu di sana tingkat penganggurannya tinggi, teman-teman saya dulu banyak merantau di Jakarta. Maka biar teman-teman di sana bisa bekerja, saya ingin berkontribusi dengan pabrik HS,” jelasnya.
Dalam setiap gelaran konser, UMKM dari komunitas Slankerspreneur selalu dilibatkan. Mereka berkesempatan memamerkan berbagai produk, mulai dari rilisan fisik Slank, merchandise resmi, hingga produk kuliner dan gaya hidup yang dibuat oleh para Slankers.
Suryo, yang lahir di Lampung pada 27 Maret 1984, menghabiskan masa kanak-kanak hingga SMA di Lampung Timur sebelum keluarganya pindah ke Bengkulu. Ia kemudian melanjutkan pendidikan tingginya di Yogyakarta, tempat ia memulai perjalanan bisnisnya.
Perjalanan bisnis Suryo dimulai dari usaha air isi ulang, lalu merambah ke sektor konstruksi, minyak dan gas, properti, hingga mendirikan maskapai penerbangan Fly Jaya.
Pada tahun 2024, Suryo melebarkan sayap bisnisnya dengan membuka pabrik rokok HS di Muntilan, Kabupaten Magelang. Awalnya, pabrik tersebut hanya mempekerjakan 30 buruh linting. Ketekunan Suryo membawa HS berkembang pesat.
Ia dikenal dengan metode perekrutan karyawan yang unik, yang tidak mementingkan ijazah, melainkan kemauan untuk belajar. Suryo percaya bahwa setiap orang memiliki potensi untuk berkembang.
“Itu karena ingat diri saya sendiri yang mulai dari nol tanpa koneksi dan pengalaman. Banyak orang menganggur karena terbentur pengalaman kerja, maka saya ingin memberi kesempatan pada yang mau belajar,” tuturnya.
Serupa dengan yang diterapkan di Magelang, Suryo menegaskan akan memprioritaskan warga sekitar pabrik sebagai karyawan di Lampung Timur. Ia juga membuka peluang bagi penyandang disabilitas. Para pekerja akan mendapatkan pelatihan profesional untuk meningkatkan keterampilan mereka.
Pelatihan ini mencakup cara memilih daun tembakau, teknik melinting, hingga pemahaman standar mutu rokok. Para peserta pelatihan akan menerima uang saku.
“Kami juga memberi uang saku tiga ratus ribu rupiah selama proses training,” katanya.
Ia berharap uang saku tersebut bukan hanya sekadar pengganti biaya transportasi, tetapi juga menjadi bentuk penghargaan yang membuat para pekerja merasa dihargai sejak hari pertama.
Bagi Slank, konser ini memiliki makna spesial karena telah lama tidak tampil di Lampung. Kaka, vokalis Slank, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada HS yang telah membawa mereka kembali ke Lampung.
“Kita sudah lama banget tidak main di Lampung. Maka kita sangat berterimakasih pada HS yang menarik kita ke sini,” ucap Kaka.
Bimbim menambahkan bahwa Slank bersedia berkolaborasi dengan HS karena melihatnya bukan hanya sebagai bisnis komersial, melainkan sebuah gerakan yang bertujuan memberdayakan anak bangsa.
“Saya melihat HS bukan hanya bisnis tapi movement. Indonesia ekonomi lagi susah, tahun 2026 ini banyak orang tidak kerja, makanya kita dukung HS yang buka pabrik dimana-mana agar teman-teman bisa kerja,” jelas Bimbim.
Dalam sesi tanya jawab, Ivanka sempat melontarkan candaan dengan meminta kuota karyawan pabrik HS Lampung untuk para Slankers yang belum mendapatkan pekerjaan. Menanggapi hal tersebut, Suryo menjawab dengan serius.
“Oh iya, disediakan kuota. Teman-teman Slankers yang mau bekerja tentu boleh mendaftar,” sahut Suryo, yang disambut gelak tawa personel Slank.




