Revolusi Digital: Indonesia Wajib Jadi Kreator AI, Bukan Konsumen!

Author Image

26 Februari 2026, 13:48 WIB

Era kecerdasan buatan (AI) telah tiba, mengubah lanskap global dalam berbagai sektor, mulai dari ekonomi hingga kehidupan sehari-hari. Di tengah hiruk-pikuk revolusi digital ini, posisi Indonesia sebagai pemain utama atau sekadar pasar menjadi sebuah pertanyaan krusial yang memerlukan jawaban tegas dan tindakan nyata.

Menyadari potensi dan tantangan tersebut, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyuarakan sebuah seruan penting yang menggema di panggung nasional. Beliau menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh hanya puas menjadi konsumen pasif teknologi AI. Lebih dari itu, bangsa ini harus beranjak menjadi pencipta, inovator, dan pemimpin dalam pengembangan kecerdasan buatan.

Pernyataan Menkomdigi ini bukan sekadar retorika, melainkan sebuah visi strategis untuk masa depan digital Indonesia. Menjadi kreator AI berarti membuka gerbang bagi kemandirian teknologi, menciptakan lapangan kerja baru yang berbasis inovasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang berkelanjutan. Ini adalah langkah fundamental untuk memastikan Indonesia tidak tertinggal dalam perlombaan global dan justru menjadi pemain kunci di panggung dunia.

Untuk mewujudkan ambisi besar tersebut, langkah konkret telah mulai digulirkan. Salah satunya adalah melalui peluncuran aplikasi Sahabat AI. Platform digital ini dirancang khusus untuk memfasilitasi dan mengakselerasi proses adopsi teknologi kecerdasan buatan di kalangan masyarakat luas. Dengan Sahabat AI, diharapkan literasi dan pemahaman publik mengenai AI akan meningkat, sehingga memicu partisipasi aktif dalam pengembangan dan pemanfaatan teknologi ini.

Melalui inisiatif seperti Sahabat AI, pemerintah berupaya menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan talenta-talenta digital. Diharapkan, generasi muda Indonesia dapat terinspirasi untuk tidak hanya menggunakan aplikasi berbasis AI yang sudah ada, tetapi juga termotivasi untuk mengembangkan solusi-solusi AI inovatif yang relevan dengan kebutuhan dan konteks lokal. Dengan demikian, visi Indonesia sebagai negara yang berdaulat dalam teknologi dan sebagai kreator AI, bukan sekadar pasar, akan semakin dekat dengan kenyataan.

Related Post