Tendangan Salto Dramatis Selamatkan The Seagulls di Menit Akhir

Author Image

Mais Nurdin

20 Januari 2026, 15:36 WIB

Keajaiban Akrobatik Kostoulas: Brighton Selamat dari Kekalahan Dramatis Lawan Bournemouth
Keajaiban Akrobatik Kostoulas: Brighton Selamat dari Kekalahan Dramatis Lawan Bournemouth

BRIGHTON – Brighton & Hove Albion berhasil menghindari kekalahan di kandang sendiri setelah pemain muda pengganti, Charalampos Kostoulas, mencetak gol penyama kedudukan yang spektakuler melalui tendangan akrobatik di masa stoppage time. Pertandingan Liga Primer yang sengit melawan AFC Bournemouth di Amex Stadium pada Senin (19/1/2026) berakhir dengan skor imbang 1-1.

Hasil ini memastikan Brighton memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka menjadi lima pertandingan di semua kompetisi, namun sorotan utama jatuh pada gol krusial yang dicetak oleh talenta muda asal Yunani tersebut.

Kontroversi Penalti dan Keunggulan Bournemouth

Sejak awal, Brighton, di bawah asuhan Fabian Hürzeler, tampak mendominasi penguasaan bola, namun kesulitan menembus pertahanan kokoh Bournemouth.

Bournemouth justru berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-32 melalui sebuah insiden kontroversial. Wasit Paul Tierney awalnya memberikan kartu kuning kepada penyerang Bournemouth, Amine Adli, karena dianggap melakukan diving setelah terjatuh di kotak penalti akibat kontak dengan kiper Brighton, Bart Verbruggen. Namun, setelah intervensi VAR dan peninjauan ulang di monitor lapangan, wasit membatalkan kartu kuning tersebut dan menghadiahkan penalti untuk tim tamu.

Marcus Tavernier, gelandang The Cherries, dengan tenang menjalankan tugasnya, melesakkan bola ke sudut gawang dan membawa timnya unggul 1-0. Keunggulan ini membuat pasukan Andoni Iraola berada di jalur kemenangan, sebuah hasil penting mengingat Bournemouth tengah berusaha menjauh dari persaingan papan bawah setelah sempat melalui 11 pertandingan liga tanpa kemenangan.

Charalampos Kostoulas: ‘Penyelamat’ 35 Juta Euro

Seiring berjalannya babak kedua, Brighton meningkatkan tekanan, namun tembok pertahanan Bournemouth tetap solid. Gol tampaknya semakin menjauh bagi The Seagulls. Hingga akhirnya, pada menit ke-90+1, terjadi momen magis yang mengubah jalannya pertandingan.

Bek Jan Paul van Hecke menyambut umpan silang dan meneruskan bola ke arah Charalampos Kostoulas, penyerang tengah berusia 18 tahun yang didatangkan Brighton dari Olympiacos dengan biaya transfer yang dikabarkan mencapai €35 juta. Kostoulas, yang masuk sebagai pemain pengganti, mengontrol bola sejenak di udara dengan dada, lalu melepaskan tendangan akrobatik salto (overhead kick) yang luar biasa dari jarak sekitar 10 yard, menaklukkan kiper Bournemouth, Djordje Petrovic.

Gol menakjubkan dari pemain internasional Yunani tersebut, yang menjadi gol penyama kedudukan kesembilan yang dicetak pemain pengganti Brighton musim ini— terbanyak di Liga Primer—memastikan kedua tim berbagi poin. Kapten Brighton, Lewis Dunk, memuji Kostoulas sebagai “talenta spesial” pasca pertandingan.

Implikasi Klasemen untuk Brighton dan Bournemouth

Hasil imbang ini mempertahankan Brighton di posisi ke-12 klasemen Liga Primer dengan 30 poin, sementara Bournemouth berada di posisi ke-15 dengan 27 poin, hanya terpisah tiga tempat dan tiga poin dari rival mereka di pantai selatan.

Bagi Bournemouth, poin ini terasa pahit karena mereka hampir mengamankan tiga poin berharga di tengah upaya mereka mengatasi kepergian pemain kunci, Antoine Semenyo, yang baru-baru ini hengkang ke Manchester City. Sementara bagi Brighton, gol dramatis Kostoulas menjadi pengingat akan kualitas yang dimiliki pemain muda mahal mereka, menjaga momentum positif mereka di tahun 2026.

Related Post