Hati-hati! Pengobatan Lemak Hati Picu Kanker?

Author Image

Mais Nurdin

13 Januari 2026, 19:23 WIB

Sebuah temuan ilmiah mengejutkan baru-baru ini telah mengubah pemahaman mengenai pendekatan potensial untuk melindungi hati dari penyakit perlemakan.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa menghambat Caspase-2, sebuah enzim seluler kunci yang sebelumnya diyakini dapat memberikan perlindungan, justru berpotensi meningkatkan risiko kerusakan hati kronis dan kanker seiring bertambahnya usia.

Implikasi penemuan ini sangat signifikan, terutama bagi pengembangan terapi dan strategi pencegahan untuk berbagai kondisi hati.

Studi yang Mengubah Pandangan

Penemuan Tak Terduga dalam Science Advances

Studi krusial ini, yang dipublikasikan dalam jurnal prestisius Science Advances, mengungkapkan sisi lain dari Caspase-2. Penelitian ini menemukan bahwa hilangnya enzim Caspase-2 memicu pertumbuhan abnormal pada sel-sel hati.

Kondisi ini tidak hanya memicu peradangan dan fibrosis—pengerasan jaringan—tetapi juga secara signifikan meningkatkan risiko kanker hati. Temuan ini dilaporkan oleh para peneliti Australia pada Selasa (13/1), berdasarkan pernyataan pers dari Universitas Adelaide, Australia.

Tantangan Terhadap Strategi Terapi

Penemuan ini secara langsung menantang minat yang berkembang pesat terhadap inhibitor Caspase-2 sebagai strategi terapeutik yang menjanjikan. Sebelumnya, senyawa ini dipertimbangkan untuk mengobati atau mencegah penyakit perlemakan hati.

Namun, hasil studi terbaru ini menyoroti perlunya kehati-hatian ekstrem saat menargetkan jalur Caspase-2. Pemahaman yang lebih mendalam tentang fungsi enzim ini menjadi sangat penting sebelum menerapkannya dalam intervensi medis.

Peran Kritis Enzim Caspase-2 dalam Sel Hati

Fungsi Ganda Caspase-2

Caspase-2 memiliki peran ganda yang sangat penting dalam menjaga kesehatan hati. Enzim ini tidak hanya berperan vital dalam menjaga stabilitas genetik sel hati, tetapi juga memiliki fungsi independen dalam mengontrol kadar lemak di organ tersebut.

Loretta Dorstyn, peneliti utama dari Pusat Biologi Kanker (Center for Cancer Biology), menjelaskan bahwa sel-sel hati umumnya memiliki salinan materi genetik ekstra yang dikenal sebagai poliploidi.

“Meskipun elemen ini dapat membantu hati mengatasi stres, studi kami menunjukkan bahwa tanpa enzim Caspase-2, tingkat poliploidi yang tinggi secara tidak normal pada hati dapat memicu kerusakan,” ujar Dorstyn.

Kondisi poliploidi yang tidak terkontrol, tanpa peran Caspase-2, berbalik menjadi faktor risiko alih-alih pelindung.

Bukti dari Penelitian pada Tikus

Kerusakan Selular dan Genetik

Untuk menguji hipotesis ini, para peneliti melakukan percobaan pada tikus. Tikus yang kekurangan enzim Caspase-2 atau memiliki versi enzim yang tidak lagi berfungsi menunjukkan hasil yang mengkhawatirkan.

Sel-sel hati pada tikus-tikus ini ditemukan memiliki ukuran yang besar secara tidak normal, disertai dengan jumlah kerusakan genetik dan selular yang berlebihan.

Progresi Penyakit Hati Kronis

Dampak dari disfungsi Caspase-2 pada tikus-tikus ini semakin parah seiring berjalannya waktu. Para peneliti mengamati bahwa tikus-tikus ini mengalami peradangan hati kronis.

Kondisi hati mereka menyerupai hepatitis, ditandai dengan jaringan parut atau fibrosis, kerusakan oksidatif, dan jenis kematian sel yang secara spesifik dikaitkan dengan peradangan.

“Seiring berjalannya waktu, tikus-tikus ini mengalami peradangan hati kronis dan karakteristik penyakit hati yang menyerupai hepatitis, termasuk jaringan parut, kerusakan oksidatif, dan jenis kematian sel yang dikaitkan dengan peradangan,” ujar Dorstyn menjelaskan lebih lanjut.

Peningkatan Risiko Kanker Hati

Aspek paling mengkhawatirkan dari penelitian ini adalah temuan mengenai peningkatan risiko kanker hati. Hewan-hewan yang sudah menua dalam penelitian itu lebih mungkin terkena kanker hati.

Penelitian itu juga menunjukkan bahwa tikus yang sudah menua dan kekurangan enzim Caspase-2 yang berfungsi mengalami tumor hati secara spontan pada tingkat yang jauh lebih tinggi dibandingkan tikus normal.

Insidensi kanker hati teramati hingga empat kali lipat, dengan karakteristik karsinoma hepatoseluler yang merupakan bentuk umum kanker hati.

Implikasi Penting untuk Pengembangan Obat

Mengapa Caspase-2 Tidak Boleh Dihambat

Temuan ini membantah asumsi awal bahwa menghambat Caspase-2 akan selalu bermanfaat secara universal. Studi ini menunjukkan dengan jelas bahwa enzim Caspase-2 sangat penting untuk menghilangkan sel-sel hati yang rusak seiring bertambahnya usia.

“Tanpa enzim ini, sel-sel tersebut akan menumpuk dan memicu kanker,” kata Dorstyn, menjelaskan mekanisme di balik peningkatan risiko tersebut.

Enzim ini bertindak sebagai penjaga kebersihan seluler, mencegah akumulasi sel yang berpotensi berbahaya.

Peringatan bagi Ilmuwan dan Industri Farmasi

Para penulis studi menegaskan bahwa penelitian ini memiliki implikasi yang sangat penting bagi arah pengembangan obat di masa depan. Pemahaman baru ini mengharuskan para ilmuwan dan industri farmasi untuk mengevaluasi kembali strategi yang melibatkan Caspase-2.

Pendekatan terapi yang menargetkan jalur ini perlu dilakukan dengan kehati-hatian ekstrem. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami nuansa kompleks peran Caspase-2 dalam kesehatan dan penyakit hati, memastikan bahwa intervensi medis tidak menimbulkan konsekuensi yang tidak diinginkan.

Related Post