Investasi Mandalika Spanyol Rp5,96 T Menggila!

Author Image

Mais Nurdin

18 Januari 2026, 13:37 WIB

Realisasi investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), terus menunjukkan geliat positif. Hingga tahun 2025, total investasi kumulatif di destinasi pariwisata nasional strategis ini telah menembus angka Rp5,96 triliun.

Capaian signifikan ini menegaskan posisi KEK Mandalika sebagai primadona investasi pariwisata yang mampu menarik minat investor domestik maupun mancanegara. Lebih jauh lagi, ini memperkuat perannya sebagai salah satu destinasi kelas dunia yang terus berkembang.

Masuknya investor asing, termasuk dari Spanyol, menjadi bukti nyata meningkatnya kepercayaan global terhadap prospek pengembangan The Mandalika. Perkembangan investasi ini tidak hanya mempercepat pembangunan kawasan, tetapi juga diharapkan dapat mendorong konektivitas pariwisata, membuka lapangan kerja baru, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal di NTB.

Realisasi Investasi KEK Mandalika Capai Rp5,96 Triliun

Kepala Administrator KEK Mandalika, Bambang Wicaksono, mengkonfirmasi bahwa nilai investasi kumulatif di kawasan tersebut hingga 2025 telah mencapai Rp5,96 triliun.

“Jumlah investasi kumulatif di KEK Mandalika hingga 2025 menjadi Rp5,96 triliun,” ujar Bambang di Lombok Tengah, Sabtu (17/1/2026).

Ia menambahkan bahwa hingga kini, sebanyak 34 investor telah menjalin kerja sama investasi di KEK Mandalika. Seluruh investor ini telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan total nilai investasi yang sama, yaitu Rp5,96 triliun.

Investor Spanyol Tanamkan Modal Rp54 Miliar untuk Vila

Salah satu investor asing yang turut berkontribusi adalah investor dari Spanyol, yang menanamkan modal sebesar Rp54,17 miliar. Dana ini secara khusus dialokasikan untuk pembangunan akomodasi vila di area Lot KGH1 dan KGH2 di dalam kawasan KEK Mandalika.

Menurut Bambang, kehadiran investor asing ini menjadi indikator penting bahwa iklim investasi di Mandalika semakin kompetitif dan menawarkan keberlanjutan. Ia optimis, kondisi ini akan terus membaik di masa mendatang.

Cerminan Kepercayaan Investor Global

Direktur Komersial InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), Febrina Meidiana, memandang masuknya investasi dari Spanyol sebagai cerminan meningkatnya kepercayaan investor asing terhadap pengelolaan The Mandalika.

“Kerja sama ini menunjukkan bahwa The Mandalika semakin dipercaya sebagai kawasan investasi yang terkelola dengan baik, memiliki kepastian hukum, serta menawarkan potensi pengembangan yang berkelanjutan,” ujar Febrina.

Febrina menambahkan bahwa realisasi investasi ini secara bersamaan memperkuat posisi The Mandalika sebagai destinasi yang kian diperhitungkan di pasar pariwisata global, terutama menjelang berbagai agenda internasional yang dijadwalkan pada tahun 2026.

Pengembangan Terukur dan Berbasis Masterplan

Dalam setiap penjalinan kerja sama investasi, ITDC menegaskan komitmen kuatnya untuk selalu mengacu pada masterplan kawasan yang telah disusun. Hal ini termasuk kepatuhan terhadap ketentuan tata kelola dan desain yang berlaku, guna memastikan pemanfaatan lahan berjalan secara terukur dan bertanggung jawab.

ITDC juga sangat menekankan pentingnya menjaga kepentingan jangka panjang kawasan. Ini termasuk upaya pemberdayaan masyarakat sekitar agar menjadi bagian integral dari ekosistem pariwisata Mandalika.

Prioritaskan Ekonomi Lokal

Febrina menyampaikan harapannya agar pengembangan vila oleh investor asal Spanyol tidak hanya memberikan nilai tambah bagi investor dan kawasan itu sendiri, tetapi juga mampu membawa dampak ekonomi yang lebih luas.

“Mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga penguatan ekosistem pariwisata lokal di Nusa Tenggara Barat, sejalan dengan upaya mendorong The Mandalika sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia,” katanya.

Capaian investasi sebesar Rp5,96 triliun di KEK Mandalika hingga 2025 menjadi sinyal kuat bahwa kawasan ini terus bertransformasi menjadi pusat investasi pariwisata strategis di Indonesia. Dengan semakin banyaknya investor asing yang masuk dan komitmen terhadap tata kelola yang berkelanjutan, Mandalika semakin mantap menuju statusnya sebagai destinasi pariwisata kelas dunia.

Related Post