Senegal berhasil menjuarai Piala Afrika 2025 setelah mengalahkan tuan rumah Maroko dengan skor tipis 1-0 dalam laga final yang penuh drama. Gol tunggal kemenangan Senegal dicetak oleh Pape Ndiaye pada menit ke-90+4, memastikan gelar kedua bagi timnas Singa Teranga.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Pangeran Moulay Abdellah, Rabat, Maroko, pada Minggu (19/1) atau Senin dini hari WIB, menyajikan tensi tinggi sejak awal. Peluang pertama tercipta di menit kelima melalui sundulan Pape Diaye menyambut umpan sepak pojok Sadio Mane, namun bola berhasil diblok kiper Maroko, Bono.
Seusai peluang tersebut, jalannya laga cenderung berjalan ketat dengan permainan fisik yang dominan. Senegal lebih banyak menguasai bola dengan penguasaan mencapai 57 persen, namun kesulitan menciptakan peluang yang berarti.
Baca Juga
Di menit ke-38, Nicolas Jackson mendapatkan kesempatan emas saat berhadapan satu lawan satu dengan Bono. Namun, kiper Maroko itu kembali menunjukkan refleks gemilang dengan menahan sepakan Jackson menggunakan kaki kanannya. Maroko sendiri sempat mengancam melalui umpan diagonal Ezzalzouli yang sayangnya gagal disambut dengan sempurna oleh Ismael Saibari. Skor kacamata bertahan hingga babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, Maroko mendapatkan peluang terbaiknya di menit ke-58 melalui Ayoub El Kaabi. Sayangnya, tendangan El Kaabi hanya melebar dari sasaran. Insiden menarik terjadi di menit ke-66 ketika terjadi benturan antara El Hadji Diouf dan Neil Aynaoui yang menyebabkan cedera kepala pada Aynaoui. Pemain AS Roma itu memilih untuk tetap melanjutkan pertandingan meski kepalanya dibalut perban.
Memasuki menit-menit akhir, pertandingan semakin memanas. Gol Ismaila Sarr untuk Senegal sempat dibatalkan di menit ke-90+2. Tiga menit berselang, drama kembali terjadi ketika wasit Jean-Jacques Ndala dari Republik Demokratik Kongo memberikan penalti untuk Maroko setelah El Hadji Diouf dianggap melanggar Brahim Diaz di kotak terlarang.
Keputusan penalti ini memicu reaksi keras dari kubu Senegal. Pelatih Pape Thiaw dilaporkan sempat meminta seluruh pemainnya naik ke tepi lapangan, bahkan setengah tim sempat meninggalkan lapangan. Kejadian ini berlangsung cukup lama, sekitar sepuluh menit, sebelum pemain Senegal kembali melanjutkan pertandingan.
Brahim Diaz maju sebagai eksekutor penalti dengan gaya tendangan Panenka, namun kiper Senegal, Edouard Mendy, berhasil melakukan penyelamatan gemilang. Skor tetap 0-0 dan laga dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.
Di masa perpanjangan waktu, Senegal akhirnya berhasil memecah kebuntuan. Pape Gueye mencetak gol kemenangan melalui sepakan kaki kirinya yang terarah ke sudut jauh gawang Bono pada menit ke-90+4. Gol tersebut menjadi satu-satunya gol di pertandingan final yang penuh drama ini.
Kemenangan ini mengukuhkan Senegal sebagai juara Piala Afrika 2025, sekaligus gelar kedua mereka setelah kemenangan di tahun 2021. Sementara itu, Maroko harus kembali menunda ambisi mereka untuk meraih gelar kedua setelah terakhir kali juara pada tahun 1976.
Senegal 1-0 Maroko
* Ajang: Final Piala Afrika 2025
Tempat: Stadion Pangeran Moulay Abdellah, Rabat
Waktu: Minggu, 18 Januari 2026
Wasit: Jean-Jacques Ndala
Gol: Pape Ndiaye (90+4’)




