Kontingen Indonesia menghela napas lega menjelang pembukaan ASEAN Para Games (APG) 2025. Proses klasifikasi atlet, yang merupakan syarat mutlak dalam olahraga disabilitas, dilaporkan berjalan lancar dan sesuai harapan tim kepelatihan.
Persiapan matang tim medis menjadi kunci kelancaran ini. Koordinator tim dokter kontingen Indonesia, Retno Setianing, menjelaskan bahwa mereka telah mempelajari kategori hambatan setiap atlet jauh sebelum tiba di Thailand.
“Sejauh ini masih sesuai dengan perkiraan, atau setidaknya memenuhi harapan. Karena kalau kami sudah menempatkan atlet di situ (kelas tertentu), artinya target medali sudah ditetapkan,” ujar Retno pada Minggu (18/1).
Baca Juga
Klasifikasi adalah prosedur vital yang menentukan kategori atlet berdasarkan derajat keterbatasan fisiknya. Tujuannya adalah memastikan setiap atlet bertanding melawan rival dengan tingkat kemampuan yang setara, demi menjunjung tinggi asas fair play.
Proses klasifikasi ini mencakup tiga kategori utama: physical impairment (tunadaksa), visual impairment (tunanetra), dan intellectual impairment (tunagrahita).
Classifier bertugas memastikan kesetaraan atlet yang bertanding. Misalnya, atlet dengan kondisi lumpuh bisa dipertandingkan dengan atlet amputasi, asalkan tingkat disabilitasnya setara.
Tim medis memberikan pengawalan ketat, terutama pada cabang olahraga para catur. Perubahan kelas atau status non-eligible seorang atlet dapat berdampak langsung pada pemetaan target medali Indonesia.
Kabar baik datang dari cabang olahraga para catur. Koordinator pelatih tim para catur Indonesia, Tedy Wiharto, mengonfirmasi bahwa dua atletnya, Fajar Alamsyah dan Lilis Herna Yulia, telah lolos klasifikasi kategori tunadaksa.
“Alhamdulillah semuanya lolos untuk hari ini. Masih ada proses klasifikasi terakhir untuk kategori tunanetra pada Senin (19/1),” kata Tedy.
Dengan lolosnya para atlet ini, tim para catur Indonesia optimistis mampu memenuhi target 12 emas, enam perak, dan empat perunggu. Raihan ini diproyeksikan akan membawa Indonesia menjadi juara umum di cabang olahraga para catur.
Dalam peta persaingan, Tedy mewaspadai kekuatan Filipina di kategori tunadaksa dan Vietnam di kategori tunanetra. Sementara itu, tuan rumah Thailand dinilai belum menjadi ancaman serius berdasarkan rekam jejak prestasi mereka sebelumnya.
Seluruh pertandingan para catur dijadwalkan mulai bergulir pada Rabu (21/1) di Nakhon Ratchasima Rajabhat University. Skuad Merah Putih yang diperkuat 18 atlet kini fokus mematangkan strategi di atas papan catur.




