Risiko eksistensial yang dimaksud merujuk pada ancaman skala besar yang dapat mengganggu keberlangsungan peradaban manusia. Hal ini mencakup potensi penyalahgunaan teknologi, hilangnya privasi secara masif, hingga disinformasi sistematis yang dapat merusak tatanan sosial global.
Tantangan Hak Asasi Manusia di Era Kecerdasan Buatan
Komisioner PBB untuk Hak Asasi Manusia menekankan pentingnya menempatkan manusia sebagai pusat dari setiap pengembangan teknologi. Tanpa adanya kerangka etis yang kuat, adopsi AI secara liar dikhawatirkan dapat melanggar hak-hak dasar individu secara global.
Beberapa poin krusial yang menjadi perhatian utama PBB terkait ancaman AI modern meliputi: