Perilaku Serupa Pernah Terjadi Sebelumnya
Aliansi juga mengungkap bahwa sikap arogan dokter IH bukan kejadian pertama. Berdasarkan catatan internal, dokter IH pernah membuat pernyataan tertulis berjanji tidak mengulangi perlakuan serupa. Namun kenyataannya, perilaku ini kembali terjadi, memperkuat dugaan bahwa tindakan tidak profesional ini sudah menjadi kebiasaan yang dibiarkan.
“Kami memiliki bukti dokter IH pernah berjanji secara tertulis untuk tidak mengulangi perbuatannya. Namun faktanya, kejadian ini kembali terjadi. Ini menunjukkan yang bersangkutan tidak layak dibiarkan tanpa sanksi,” tambah Majid.
Tuntutan Permintaan Maaf Terbuka dan Sanksi Tegas
Aliansi Mahasiswa Kesehatan menilai tindakan dokter IH melanggar prinsip dasar etika profesi, dimana dokter harus menjunjung martabat, menghormati tenaga kesehatan lain, serta menjaga wibawa dunia medis sebagai ruang pembelajaran dan pelayanan kemanusiaan.
Dalam pernyataan resmi, aliansi menuntut dokter IH menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada seluruh mahasiswa Profesi Ners Universitas Negeri Gorontalo. Mereka menolak permintaan maaf melalui klarifikasi media yang dianggap tidak jujur dan menyesatkan publik.