Bagnaia mengungkapkan rasa frustrasinya atas hasil yang didapatkannya di MotoGP Mandalika 2025. Ia merasa heran mengapa motornya tiba-tiba tidak kompetitif, padahal hanya dua pekan sebelumnya ia berhasil memenangkan MotoGP San Marino 2025.
“Kami belum memiliki jawaban atas apa yang terjadi di akhir pekan ini. Jadi, kami hanya memeriksa data dan berharap para teknisi akan menemukan solusi untuk balapan berikutnya, lalu mencoba bersaing memperebutkan posisi tiga besar,” ujar Bagnaia setelah MotoGP Mandalika 2025.
Manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, mengakui bahwa Bagnaia merasa kecewa dengan performa motornya. Ia pun memilih untuk membiarkan Bagnaia meluapkan rasa frustrasinya demi melindungi mental dan performa sang pebalap.
“Kekecewaan yang sangat besar bagi Pecco. Dari akhir pekan yang dominan hingga akhir pekan seperti ini… Kami percaya pada Pecco dan kami akan terus percaya padanya. Analisis yang harus dilakukan Gigi (Dall’Igna) dan para insinyur di Bologna sangat mendalam,” kata Davide Tardozzi, seperti dilansir dari Marca.