Beijing (ANTARA) – China baru saja meluncurkan model kecerdasan buatan (AI) inovatif yang dirancang khusus untuk menganalisis dan memprediksi dampak pola cuaca terhadap dinamika pasar keuangan. Inisiatif ini menandai sebuah langkah progresif dalam evolusi manajemen risiko yang semakin peka terhadap iklim di sektor finansial.
Model yang diberi nama Shangji, atau yang berarti “Saham”, dikembangkan melalui kolaborasi strategis antara Universitas Fudan yang berlokasi di Shanghai dan Pusat Informasi Meteorologi Nasional China. Pengembangan ini menunjukkan sinergi antara keahlian akademis dan data meteorologi resmi.
Memahami Fungsi Inti Model Shangji
Fungsi utama dari model AI Shangji adalah untuk mengevaluasi secara mendalam bagaimana berbagai faktor meteorologi secara langsung memengaruhi penetapan harga aset di pasar. Model ini dirancang untuk memberikan wawasan baru yang krusial bagi para pelaku pasar.
Dengan demikian, Shangji menawarkan sebuah alat bantu yang canggih untuk pengambilan keputusan investasi yang lebih informatif dan penilaian risiko keuangan yang lebih akurat. Hal ini menjadi esensial di tengah meningkatnya volatilitas pasar yang dipicu oleh perubahan iklim global.
Bagaimana Shangji Memprediksi Pasar Saham?
Zhao Yanxia, selaku pengembang utama model Shangji dan direktur laboratorium terbuka CMA untuk meteorologi keuangan, menjelaskan metodologi di balik kecanggihan model ini. Shangji memanfaatkan kombinasi data meteorologi global yang telah dianalisis ulang.
Selain itu, data perdagangan saham historis juga diintegrasikan ke dalam sistem. Gabungan data ini memungkinkan Shangji untuk mampu memprediksi imbal hasil jangka pendek untuk sebagian besar saham yang diperdagangkan di pasar A-share China.