Awan yang dihasilkan oleh erupsi Gunung Anak Krakatau dilaporkan membentang hingga sejauh 851 kilometer. Bentangan yang mencapai ratusan kilometer ini memperlihatkan bagaimana material abu vulkanik terbawa oleh embusan angin di atmosfer tinggi.
Pentingnya Pemantauan Berbasis Satelit
Pemantauan berbasis satelit menjadi kunci utama dalam mendeteksi skala erupsi ini secara akurat. Teknologi ini memungkinkan para ahli untuk melihat sebaran abu vulkanik secara riil tanpa terhalang oleh jarak geografis.
Melalui data visual berupa kolom abu setinggi 13-17 km yang menembus tropopause serta bentangan awan sejauh 851 km, mitigasi dapat dilakukan dengan lebih presisi. Informasi dari satelit ini sangat krusial untuk mendukung keselamatan penerbangan udara yang melintasi kawasan terdampak.