Moh. Zaki Ubaidillah mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran dan kemenangan yang diraih timnya. Ia mengakui bahwa pertandingan di set awal cukup ketat dan sempat tertinggal. Namun, ia berusaha untuk fokus pada permainannya sendiri dan tidak terlalu memikirkan banyak hal.
“Pertandingan hari ini Alhamdulillah diberikan kelancaran dan kemenangan bisa ke final WJC. Pertandingan hari ini cukup ketat di set awal, sempat ketinggalan juga. Saya nggak terlalu mikir banyak, saya cuman fokus sama permainan saya sendiri,” ujar Moh Zaki Ubaidillah, seperti yang dilansir dari keterangan PBSI.
Zaki juga menambahkan bahwa performa tim secara keseluruhan sangat baik, meskipun ada beberapa pemain yang merasa tegang di awal pertandingan. Namun, ketegangan tersebut berhasil diatasi dan di set kedua, semua pemain tampil lebih percaya diri dan tanpa beban. Ia juga memuji penampilan ganda putri yang berhasil menutup pertandingan dengan baik.
“Performa tim melawan India hari ini semuanya ok walaupun ada yang tegang tapi bisa diatasi oleh tim dan di set kedua semua sudah pede, bisa bermain tanpa beban dan penutupan di ganda putrinya lebih enak,” tambahnya.
Di babak final, Indonesia akan berhadapan dengan pemenang antara China atau Jepang. Pelatih Andrei Adistia menekankan pentingnya mengendalikan tekanan di laga puncak.
Andrei Adistia mengatakan bahwa timnya harus bisa mengontrol semua pemain karena partai final pasti akan ada tekanan yang lebih besar. Ia menegaskan bahwa tim ganda putra akan berkumpul dan bersiap menghadapi siapapun lawannya dengan semangat juang yang tinggi.
“Besok partai final pasti lebih ada pressure, kita harus kontrol semua pemain, jadi nanti kita ganda putra akan kumpul, bersiap siapapun lawannya kita akan fight,” tegasnya.