Ia bahkan telah berkomunikasi dengan beberapa tokoh senior NU untuk menyampaikan niatnya tersebut. Namun, dorongan dari para kader dan sahabat-sahabat NU membuatnya berubah pikiran.
Niat Awal dan Perubahan
Awalnya, Muh. Yusuf telah menyampaikan kepada beberapa sahabat bahwa ia tidak akan lagi maju sebagai calon ketua. Ia juga telah melakukan komunikasi intensif dengan tokoh senior untuk membahas hal tersebut.
“Sejak dua tahun lalu saya sudah menyampaikan kepada beberapa sahabat untuk tidak lagi dicalonkan. Bahkan empat hingga lima bulan terakhir saya intens berkomunikasi dengan beberapa sahabat senior, termasuk Kakanda Dr. Ismail Makka, agar saya tidak lagi maju,” ujarnya.
Alasan Menerima Amanah Kembali
Keputusan untuk menerima kembali amanah tersebut bukan semata-mata pilihan pribadi, melainkan bentuk ketaatan terhadap kehendak jamaah dan takdir Allah.
Muh. Yusuf juga mengaku telah melakukan berbagai upaya spiritual untuk memohon petunjuk. Ia berharap perjuangan NU di Sidrap dapat terus berlanjut.
“Saya beberapa kali bertawasul, beristighfar, bahkan berziarah ke makam para muassis NU untuk memohon petunjuk. Tapi mungkin ini sudah qadarullah. Saya hanya berharap perjuangan NU di Sidrap tidak kendor dan kebersamaan kita tetap terjaga,” tuturnya penuh haru.
Fokus pada Kaderisasi
Muh. Yusuf menegaskan bahwa niat awalnya untuk tidak maju bukan berarti ingin meninggalkan NU. Ia ingin memberikan ruang bagi regenerasi dan memperkuat kaderisasi.