“Kadang-kadang pemain itu akan terlena dan merasa sudah hebat. Itu bisa menjadi kebiasaan buruk. Jadi kembali ke para pemain itu sendiri, apa tujuan mereka bermain bulu tangkis, apa yang ingin mereka capai di masa depan. Kembali lagi ke disiplin, mindset, dan bagaimana me-manage mentality champion itu,” tegas Rexy.
Ia menambahkan, menjadi nama besar tidak cukup hanya dengan sensasi atau popularitas semata. Dibutuhkan disiplin, pengorbanan, dan kerja keras untuk meraih kesuksesan sejati.
“Kita sekarang bukan siapa-siapa, lalu tiba-tiba nama sudah naik. Gampang sekarang. Tapi sebagai atlet, dia harus tahu bagaimana saya mau menjadi nama besar di bidang saya ini. Bukan saya harus taruh kamera, saya taruh begini. Tapi saya benar-benar harus disiplin dan sacrifice. Itu semua harus ada,” pungkas peraih medali emas Olimpiade Atlanta 1996 tersebut.