Berbekal aspirasi itu, pada 9 Juli 2025, Ghalieb menemui pimpinan Telkomsel Gorontalo dan memperjuangkan kebutuhan warga empat desa di Kecamatan Dungaliyo, termasuk Ambara, Botubulowe, Momala, dan Ayuhula.
Hanya dalam waktu empat bulan, hasilnya terlihat nyata. Menara Telkomsel resmi berdiri dan kini beroperasi penuh, memberikan layanan komunikasi yang sangat dibutuhkan masyarakat.
“Ini bukti Telkomsel mendengar, dan masyarakat tidak salah menaruh harapan. Tower ini bukan sekadar tiang besi, tetapi simbol perjuangan dan bukti bahwa suara rakyat bisa benar-benar sampai ke telinga yang tepat,” tegas Ghalieb disambut tepuk tangan warga yang hadir.
Komitmen Memperkuat Ekonomi Masyarakat
Selain membuka akses komunikasi, Ghalieb juga menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi masyarakat setempat. Pada acara syukuran peresmian tower, ia menggelar pasar murah sebagai bagian dari program Pemerintah Provinsi Gorontalo yang menyalurkan 10 ribu paket sembako bagi warga berpenghasilan rendah.