Real Madrid mencoba bangkit dan terus menggempur pertahanan Barcelona di menit-menit akhir. Namun, solidnya pertahanan Blaugrana berhasil menggagalkan upaya mereka untuk menyamakan kedudukan. Peluit panjang berbunyi, mengukuhkan kemenangan Barcelona dan memastikan mereka meraih gelar juara Supercopa de España.
Reaksi Pelatih Xabi Alonso
Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, mengakui bahwa pertandingan berjalan sangat ketat dan emosional. Ia memberikan apresiasi terhadap semangat juang yang ditunjukkan anak asuhnya, meski harus mengakui kekalahan.
“Kami punya perasaan campur aduk. Bangga karena tim benar-benar bersaing, tapi kecewa karena kalah di final yang sangat ketat,” ujar Alonso. Ia menambahkan bahwa timnya hanya kurang sedikit keberuntungan untuk membawa laga ke adu penalti. “Kami sangat dekat untuk menyamakan skor, bahkan sampai detik-detik terakhir. Vinícius tampil luar biasa dan sangat berbahaya,” tuturnya.
Alonso juga mengungkapkan bahwa pergantian pemain di menit akhir, termasuk memasukkan Kylian Mbappe, sudah direncanakan untuk menambah daya gedor timnya. “Kami ingin menambah ancaman di menit-menit akhir. Dia belum siap untuk tampil sejak awal,” jelasnya.
Fokus Real Madrid Beralih ke Kompetisi Lain
Meski gagal meraih gelar juara, Xabi Alonso menekankan pentingnya bagi timnya untuk segera bangkit dan melupakan kekecewaan. Ia menegaskan bahwa Supercopa bukanlah prioritas utama bagi Real Madrid musim ini.