Denpasar – Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari, menegaskan bahwa tidak ada dualisme dalam organisasi tinju amatir di Indonesia. Menurutnya, hanya Pengurus Besar Tinju Indonesia (PERBATI) yang diakui oleh KOI.
Penegasan ini disampaikan Okto saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PERBATI 2025 di Bali, Sabtu (4/10/2025). Ia menjelaskan bahwa setiap warga negara berhak untuk berserikat dan membentuk organisasi, termasuk dalam bidang olahraga.
Namun, Okto menekankan bahwa untuk menjadi bagian dari ekosistem olahraga dunia yang berada di bawah naungan International Olympic Committee (IOC), sebuah organisasi harus mendapatkan pengakuan dari federasi internasional yang sah.
“Berkumpul dan berserikat adalah hak setiap warga negara, termasuk mendirikan organisasi olahraga. Tapi kalau ingin menjadi bagian dari sistem olahraga dunia di bawah IOC, maka organisasi tersebut harus diakui oleh federasi internasional yang resmi,” kata Okto dalam keterangannya kepada detikSport.
Dalam cabang olahraga tinju amatir, federasi internasional yang diakui oleh IOC adalah World Boxing (WB). Federasi ini kemudian mengakui Asian Boxing di tingkat Asia, yang selanjutnya mengakui PERBATI sebagai organisasi resmi tinju amatir di Indonesia.
Dengan adanya pengakuan berjenjang ini, PERBATI secara sah menjadi satu-satunya organisasi tinju amatir di Indonesia yang diakui secara internasional.