Drama Rabat: Senegal Juara Piala Afrika 2025 di Kandang Maroko, Insiden Penalti Brahim Díaz Guncang Final

Hasil final Piala Afrika 2025: Senegal juara AFCON di kandang Maroko, menang 1-0 via perpanjangan waktu. Brahim Díaz gagal penalti kontroversial, Sadio Mané pimpin protes.

Maroko, yang tampil lebih agresif dengan 13 percobaan tembakan, mendapat kesempatan emas untuk mengunci gelar setelah wasit Jean-Jacques Ndala memberikan penalti pada menit ke-94 menyusul tinjauan VAR. Keputusan itu diberikan setelah bek Senegal, El Hadji Malick Diouf, dianggap melanggar bintang Maroko, Brahim Díaz, di kotak terlarang.

Keputusan tersebut memicu reaksi keras. Pelatih Senegal, Pape Thiaw, bahkan sempat memerintahkan para pemainnya untuk meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes, yang menyebabkan pertandingan tertunda hingga 20 menit. Di tengah kekacauan, sosok kapten veteran, Sadio Mané, tampil sebagai penyelamat wajah sepak bola Afrika. Mané, yang juga mencetak gol penentu kemenangan di semifinal melawan Mesir, membujuk rekan-rekannya untuk kembali melanjutkan pertandingan.

Kegagalan Panenka Brahim Díaz

Setelah insiden protes mereda, Brahim Díaz maju sebagai eksekutor. Namun, upaya tendangan ‘Panenka’ yang dilepaskan pemain Real Madrid tersebut berhasil dibaca dengan sempurna dan ditepis oleh kiper Senegal, Edouard Mendy. Kegagalan penalti ini menjadi momen krusial yang meruntuhkan moral tim Maroko dan sebaliknya menaikkan semangat juang Senegal.

Pape Gueye dan Gelar Kedua Senegal

Halaman Selanjutnya :Sadio Mané dan Isyarat Pensiun
Komentar
maks. 1000 karakter
    Jadilah yang pertama berkomentar.