Memasuki babak perpanjangan waktu, momentum sepenuhnya beralih ke kubu Senegal. Hanya empat menit berjalan, kebuntuan pecah. Gelandang Pape Gueye muncul sebagai pahlawan setelah menerima umpan dari Idrissa Gueye, melakukan solo run, dan melepaskan tembakan keras kaki kiri yang tak mampu dijangkau kiper Yassine Bounou.
Gol tersebut memastikan skor 1-0 dan mengunci gelar juara Senegal di Piala Afrika 2025. Walaupun Maroko sempat mengancam lewat sundulan Nayef Aguerd yang membentur mistar, Senegal berhasil mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.
Sadio Mané dan Isyarat Pensiun
Di balik perayaan gelar kedua, Sadio Mané mengisyaratkan bahwa AFCON 2025 akan menjadi turnamen Piala Afrika terakhirnya, meskipun ia masih bersedia memperkuat timnas hingga Piala Dunia 2026. Sementara itu, Brahim Díaz, meski gagal di momen krusial, tetap menjadi salah satu sorotan sebagai pencetak gol terbanyak turnamen.
Drama Senegal vs Maroko di final ini tidak hanya melahirkan juara baru, tetapi juga meninggalkan perdebatan sengit tentang kepemimpinan, sportivitas, dan peran VAR dalam sepak bola Afrika.