Menurutnya, pemerintah memiliki semangat yang sama untuk meningkatkan taraf hidup para pengemudi truk logistik, yang kerap menghadapi kondisi sosial dan ekonomi yang sulit dalam menjalankan tugas mereka sehari-hari.
Isu Penggunaan Doping di Kalangan Sopir Logistik
Ketua Umum Asosiasi Rumah Berdaya Pengemudi Indonesia (ARBPI) Ika Rostianti menyebutkan adanya penggunaan doping di kalangan sopir logistik. Hal ini diduga karena tuntutan pekerjaan yang mengharuskan mereka menempuh perjalanan panjang dalam waktu singkat.
Menurut Ika, sopir seringkali harus menempuh perjalanan Jakarta-Surabaya hanya dalam waktu 14 jam tanpa istirahat yang cukup.
“Hampir sebagian sopir logistik itu memakai doping, memakai narkoba. Sekarang tidak masuk akal soalnya Jakarta-Surabaya bisa 14 jam,” kata Ika Rostianti.